Yakobus

Tim i-Humor's picture

HAI!

Saat itu hari Minggu, bertepatan dengan hari Natal. Keluarga kami menghabiskan masa liburan di San Fransisco bersama orangtua suami saya. Namun supaya dapat masuk kerja pada hari Senin, kami harus pulang ke Los Angeles pada hari Natal itu dan menempuh jarak kurang lebih 650 km.

Kami berhenti untuk makan siang di rumah makan King City yang hampir kosong. Kami satu-satunya keluarga yang makan di sana dan anak-anak yang ada di situ hanyalah anak-anak kami. Saya mendengar Erik, anak saya yang berusia satu tahun, memekik kegirangan: "Hai! Hai!" Ia memukul-mukul dengan tangan mungilnya yang gemuk dan lucu pada kursi makan anak. Wajahnya tampak begitu gembira, matanya berbinar-binar, mulutnya tersenyum lebar sehingga gusinya yang tanpa gigi itu kelihatan. Ia menggeliat, mengoceh, dan tertawa-tawa gembira. Tatkala saya melihat apa yang menjadi sumber kegembiraannya ... saya tak dapat langsung mempercayai apa yang saya lihat.

Tim i-Humor's picture

MATAHARI ATAU BULAN

Serombongan majelis yang dipimpin ibu Nini, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat keadaan pasien RS Jiwa yang mereka rasa perlu pertolongan secara rohaniah. Rombongan tersebut berjalan mengelilingi semua ruangan di RS Jiwa itu.

Sementara itu, di pinggir taman RS Jiwa tersebut, duduklah dua orang pasien dan mereka sedang asyik bercakap-cakap.

Nono : "Eehh ... kamu ... tahu nggak kalau benda bulat di atas sana itu adalah matahari?!"
Yundi : "Menurutku itu bukan matahari. Itu bulan!!"
Nono : "Bulan bagaimana?? Itu ´tuh matahari bukan bulan!"
Yundi : "Dasar gila!! Benda yang di atas sana itu namanya BULAN!!!"
Nono : "Kamu yang gila!! Itu matahari bukan bulan!"
Yundi : "Bulan!!"
Nono : "Matahari!!"
Yundi : "Bulan!!"

Di tengah-tengah suasana itu, rombongan majelis tadi mendengar perdebatan dua orang pasien tersebut dan sempat menatap ke dua pasien tersebut dengan heran dan takut. Tiba-tiba, salah seorang dari rombongan majelis itu, ibu Nini, berjalan menghampiri ke dua pasien tersebut seraya bertanya,

Tim i-Humor's picture

KURA-KURA

Boby datang menghampiri ibunya dengan wajah penuh kesedihan sambil memeluk kura-kuranya. "Mama....kura-kuraku sudah mati." lapor Boby kepada ibunya.

Dengan segera sang Ibu mencium kening Boby dan berkata, "Sudahlah, tidak apa-apa. Sekarang bungkuslah kura-kuramu dengan tissue lalu letakkanlah dia di dalam sebuah kotak kecil, baru kemudian kamu bisa mengadakan upacara pemakaman kecil di halaman belakang. Setelah kamu selesai menguburnya, kita akan pergi berjalan-jalan untuk membeli kura- kura yang baru dan juga es krim untukmu. Mama tak ingin melihatmu bersedih lagi."

Tim i-Humor's picture

KURANG BERSERAH

Seorang pemuda tersesat di sebuah hutan dan terpisah dari rombongannya. Pada waktu berjalan ia terperosok ke jurang yang sangat terjal, untung ia masih sempat memegang sebuah akar pohon yang sangat besar.
Hari mulai gelap dia mulai berdoa, "Tuhan kirimkan malaikat untuk menolong saya," Tetapi yang muncul bukan malaikat melainkan Roh Kudus yang berbicara dalam hatinya, "Beriman dan berserahlah, lepaskan peganganmu," Tetapi ia tidak mau mati konyol, ia tetap bergantung di situ sampai matahari terbit.
Setelah terang, ia bisa melihat ke atas, betapa ia sangat bersyukur kepada Tuhan..., ratusan meter jauhnya! Kemudian, ia melihat ke bawah....., ia lebih terkejut lagi. Ternyata jarak kakinya dengan tanah kurang lebih hanya 50 cm.
"!!???"

Tim i-Humor's picture

SEANDAINYA

Alkisah di sebuah rumah tangga tinggallah sepasang suami isteri. Satu ketika sang suami bertanya kepada isterinya,

Suami
:
"Ma... seandainya nanti Papa dapat uang yang banyak, Mama mau beli apa?"
Isteri
:
"Kalau saya mau beli perhiasan, Pa."
Suami
:
"Itu pemborosan dan terlalu berlebihan, Ma!"
Isteri
:
"Pokoknya Mama mau beli perhiasan....!"
Suami
:
"Tidak.... kalau Papa mau beli sepeda motor saja!"
Isteri
:
"Pokoknya perhiasan, Pa!"

Mereka pun bertengkar sampai akhirnya mereka mau bercerai.... Setelah itu datanglah sang mertua dan menanyakan mengapa mereka sampai bertengkar.

Tim i-Humor's picture

WAWANCARA

Si Budi dapet panggilan kerja di perusahaan asing, setelah melewati serangkaian test maka dia dinyatakan layak untuk ikut wawancara;

Penanya
:
"Siapa nama anda?"
Budi
:
"Budi pak!"
Penanya
:
"Anda dapat berbahasa Inggris dengan baik?"
Budi
:
"Bisa Pak!" (dengan sigapnya)
Penanya
:
"Tell me about you and your family in English!"
Budi
:
(dengan yakinnya menjawab) "I do´t have family in English, Sir!"
Tim i-Humor's picture

PUREK

Pada suatu pagi Prof. Dr. Karim terbangun karena mendengar suara kresek-kresek di ruang keluarga. Ketika keluar didapatinya pintu depan terbuka dan TV-nya sudah lenyap. Buru-buru tanpa ganti baju, hanya memakai celana kolor dan singlet, dia ke kantor Polisi untuk melapor.
Pak polisi di depan mesin tik tuanya bertanya: "Nama?"

Tim i-Humor's picture

JANGAN NGREPOTIN DONG!

Yuni seorang pra remaja kelas 1 SMP sering mendengar doa syafaat ayahnya. Untuk kesekian kalinya ia mendengar doa ayahnya seperti ini:
"Tuhan kasihanilah ibu tua di sebelah rumah kami yang kini sedang mengalami penderitaan hidup. Menantunya sudah di-PHK, anaknya sakit keras, dan sementara itu sewa rumahnya akan habis bulan depan. Buka jalan baginya Tuhan sehingga ia dapat melihat kuasa-Mu yang besar, amin!"

Suatu hari Yuni memberanikan diri untuk mengemukakan pendapatnya,
"Pa, Yuni punya pekerjaan sekolah nih...! katanya.
"Kenapa memangnya?" Papanya menjawab sambil memandangnya curiga.
"Yuni mohon pada Papa, tolong kerjakan PR Matematika halaman 23-30, PR Geografi membuat peta Indonesia. Oh ya, satu lagi, prakarya membuat keranjang dari sapu lidi yang seperti..."
"Apa-apaan, Yuni! Itu semua kan pekerjaanmu, kamu yang harus kerjakan, jangan ngrepotin Papa dong! Semuanya khan sudah Papa sediakan, kamu tinggal mengerjakannya saja!" sahut Papanya dengan suara tinggi.
"Kaya doa Papa buat ibu sebelah rumah dong..." balas Yuni.
"Maksud kamu...?" Papanya mulai bingung.
"Iya...seperti Papa juga "ngerepotin" Tuhan, khan Papa juga bisa melakukannya. Papa cuma datang ke rumah sebelah dan berikan sebagian berkat yang Papa terima dari Tuhan pada ibu itu, ... terjawab deh doanya. Papa khan bisa doain hal yang lain lagi..." jawab Yuni yang kemudian langsung lari ke kamarnya.

Tim i-Humor's picture

TUHAN YANG MENYEDIAKAN

Seorang gadis muda membawa tunangannya pulang untuk berkenalan dengan orangtuanya. Setelah makan malam, ibu gadis itu meminta suaminya agar berkenalan lebih jauh dengan tunangan anaknya. Akhirnya sang ayah mengajak pemuda ini ke ruang kerja untuk berbincang-bincang.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya ayah gadis itu.
Pemuda ini menjawab, "Saya pelajar yang sedang belajar Torat (agama Yahudi)."
"Hmmm," Lalu ayah gadis itu melanjutkan, "Luar biasa. Tetapi bagaimana kamu akan memberikan rumah yang bagus untuk anak gadisku tinggal?"
"Saya akan belajar serius," jawab pemuda itu, "dan Tuhan akan menyediakannya bagi kami."
"Dan bagaimana kamu akan membelikan cincin pertunangan yang pantas untuknya?" tanya ayah gadis itu.
"Saya akan lebih konsentrasi lagi belajar, dan Tuhan akan menyediakan bagi kami," jawab pemuda itu.
"Dan bagaimana dengan anak-anak?" tanya ayahnya. "Bagaimana kamu akan membiayai kebutuhan anak-anakmu nanti?"
"Jangan khawatir, Pak. Tuhan akan menyediakannya,"jawab pemuda ini.

Tim i-Humor's picture

TIGA DRAKULA

Ada 3 drakula, mereka bikin kompetisi siapa yang paling kejam dan sadis. Drakula yang paling muda dapat kesempatan pertama. Tiba-tiba dia lari secepat kilat dan 2 menit kemudia dia sudah kembali dengan muka penuh berlumuran darah, menyeringai dengan seram. Lalu dia berkata "Kalian lihat desa di seberang bukit itu?" Kedua drakula lainnya ngangguk,"Iya, liat." "Desa itu ... habiissss !!!!"

Drakula kedua menjadi panas juga ... dia juga pergi sekelebat, terus 1 menit sudah balik, mukanya juga penuh lumuran darah. "Kalian liat kota yang itu?", katanya, raut mukanya menunjukkan kebanggaan besar. "Iya, lihat." jawab dua drakula yang lain. "Kota itu juga habiiissssss!!!", kata drakula itu sambil tertawa serem, "ha...ha...ha...hah."

Tim i-Humor's picture

TEST PILOT

Seorang Pilot, yang sedang di test kemampuannya, jatuh dengan helikopter yang diterbangkannya. Syukurlah sang pilot tidak mati dalam kecelakaan ini. Para ahli dipanggil untuk menyelidiki kecelakaan ini.
Semua bagian mesin dari helikopter naas itu diperiksa dengan teliti dan disimpulkan bahwa ini adalah "human error". Sang pilot yang masih terbaring di RS namun telah sadar ditanyai oleh pengintrogasi. "Kira- kira apa penyebabnya sehingga anda bisa jatuh?"
Sang pilot itu menjawab: "Anu pak, waktu helikopter itu semakin tinggi, saya kedinginan sehingga saya matikan "kipas angin" (baca: baling-baling) yang ada di atas helikopter itu :-)

Tim i-Humor's picture

BERHENTI MEROKOK

"Bolehkah saya minta rokokmu sebatang?" tanya John pada George.
"Lho, saya sangka anda sudah berhenti merokok. Anda khan sudah tahu bahwa merokok itu merusak tubuh!" kata George.
"Saya memang sedang dalam proses berhenti merokok. Dan sekarang saya sedang dalam taraf pertama."
"Apa tahap pertama itu?"
"Berhenti membeli rokok!"

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yakobus 2:17)

Tim i-Humor's picture

BOLEH MEMILIKI 16 SUAMI

 

Gadis 1
:
"Sekarang aku tahu kenapa wanita Amerika boleh mempunyai 16 suami."
Gadis 2
:
"Ah, masa? Dari mana kamu ambil kesimpulan itu?"
Gadis 1
:
"Coba dengar baik-baik apa yang dikatakan pendeta ketika ia mentahbiskan pernikahan. Ia selalu berkata:´Four better, four worse, four richer, and four poorer."
Tim i-Humor's picture

PENYAKIT KRONIS

Seorang pasien berkata, "Berikan saya berita buruknya terlebih dahulu!"

Dokter menjawab, "Anda kena penyakit jantung kronis!"

"Oh, tidak! Lalu berita apa yang lebih buruk lagi dari itu?" tanya si pasien lebih lanjut.

"Anda juga terkena penyakit pikun (Alzheimer) yang sudah sangat akut dan sulit untuk disembuhkan!"

Dengan mata berbinar pasien itu berkata, "Oh ... baguslah kalau begitu, berita itu tidak terlalu buruk kok. Paling tidak aku tidak sedang sakit jantung!"

Tim i-Humor's picture

1 + 2 = 15

ada seorang anak 1 SD menanyakan pada bapaknya yg lulusan SR thn 45 tentang PR Matematika.

Tanya si Anak, "Bapak, kalau 1 + 2 hasilnya berapa, Pak?"

Jawab ayahnya, "Nggak tau yach, Nak. Tapi jaman Bapak dulu sekolah 1 + 2 = 3. Tidak tahu yah, kalau sekarang mungkin sudah naik 15 atau mungkin 20."

Anaknya yang bingung bertanya lagi, "Kok bisa Pak? Kata Ibu guru tuh 1 + 2 = 3. Kok bisa Bapak hasilnya makin naik?"

"Bisa aja nak! Kalau BBM naik kan semuanya jadi ikut naik!"

Tinggalkan Komentar