Roma

Tim i-Humor's picture

EMPAT BIARAWAN

Empat orang biarawan diijinkan untuk pergi bermalam minggu oleh Pastur, namun harus melaporkan hal apa saja yang telah mereka lakukan. Keesokannya ....

Biarawan I
:
"Pastur semalam saya telah berdosa karena menonton film, yang tidak sepantasnya di tonton"
Pastur
:
"Dosamu telah diampuni, karena kamu telah mengaku, Sekarang pergi dan minumlah air suci!"

Mendengar hal itu si Biarawan IV, yang berada di urutan paling belakang, tersenyum kecil.

Tim i-Humor's picture

SEPATU KULIT BUAYA

Seorang perempuan sangat ingin mempunyai sepatu dari kulit buaya.
Diapun pergi ke toko sepatu, tapi kecewa karena harganya yang mahal.

"Mahal amat sih," kata si perempuan.
"Kalau ingin murah ya tangkap sendiri buayanya sana," kata si pemilik toko.

Terinspirasi oleh perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi ke sungai besar di daerah situ sambil membawa senjata api.
Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum-kagum melihat tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai.
Sementara itu si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan senjatanya ke seekor buaya lainnya.
Suara tembakan terdengar, kemudian si perempuan menyeret buaya keempat yang baru ditembaknya ke pinggir dan kemudian menyumpah,

Tim i-Humor's picture

TIDAK SALAH

Seraya mengamat-amati hasil rontgen, sang dokter berkata kepada pasiennya, "Rasanya tak ada yang perlu dirisaukan. Anda bisa hidup sampai umur 90...."
"Tapi dokter," potong si pasien, "Sekarang saya sudah berusia 90."
"Nah, dugaan saya tidak salah, bukan."

Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" (Roma 9:20)

Tim i-Humor's picture

SINGKONG REBUS

Dalam praktek pelayanan di rumah jemaat, seperti biasanya ketika sore menjelang malam tuan rumah menjamu mahasiswa teologia yang praktek tersebut dengan kopi berikut singkong rebus ditabur kelapa.
"Silakan Nak ... tinggal satu, habiskan sekalian ... ayo ...!" ajak tuan rumah.
"Terima kasih. Untuk Bapak sajalah, saya sudak makan tiga buah kok."
"Waduh ... jangan malu-malu, Nak."
Namun sampai larut malam, ketika hendak tidur, sisa satu singkong rebus itu tidak jadi dimakan, baik oleh tuan rumah maupun si mahasiswa.
Dan, singkong rebus yang bertabur kelapa parut itu ditaruh di meja makan yang terletak di dekat kamar tidur mahasiswa teologia.
Sebenarnya, baik si mahasiswa maupun si tuan rumah sejak tadi sama-sama mengincar singkong itu dan ingin memakannya, tapi karena sungkan maka kedua-duanya sama-sama ´mengala´. Lewat tengah malam, mulailah si tuan rumah merasa lapar. Ia langsung teringat dengan singkong di meja makan itu. Dengan langkah perlahan-lahan ia menuju meja makan. Saat itu suasananya gelap, karena lampunya dimatikan.
"Ach harus perlahan-lahan, malu sama adik mahasiswa ... jadi lampu enggak usah dinyalakan saja ... he ... he ... he," bisik si tuan rumah dalam hatinya.
Ketika tangannya hendak mengambil singkong tersebut ia langsung kaget karena ada tangan lain yang juga ingin mengambilnya. Buru-buru lampu dinyalakan, dan ternyata tangan lain itu adalah tangan si mahasiswa teologia.

Tim i-Humor's picture

ADOPSI BAYI

Herman
:
"Saya dengar kalian suami-istri sedang ikut kursus bahasa Jepang. Ada rencana apa?"
Paul
:
"Kami baru mengadopsi bayi Jepang. Kami takut kalau sudah besar nanti dia berbicara kami tidak bisa mengerti."
Tim i-Humor's picture

MARAH

Pendeta Daud memarahi anaknya ketika mengetahui nilai rapor anaknya banyak yang berwarna merah.

"BEGO sekali kamu!!" teriak Pendeta Daud.
"Papa bagaimana sih, kalau khotbah Papa berkata bahwa kita nggak boleh ngomong kasar. Sekarang, Papa sendiri yang ngomong kasar!!! Khan, dosa, Pa," kritik anaknya.

Pendeta Daud merah mukanya. Untuk menutupi kesalahannya ia berusaha mencari alasan, "Papa nggak ngomong kasar anakku ... maksudnya BEGO itu singkatan dari Bangkitlah Engkau Gunakan Otakmu!!!"

Tim i-Humor's picture

MAKANAN SAPI

Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor sapi. Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya,

Petugas
:
"Setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?"
Peternak
:
"Oh, saya beri mereka makan rumput."
Petugas
:
"Kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak. Bapak saya denda Rp. 2.000.000,00"

Selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak.

Tim i-Humor's picture

SURAT

Seorang pengawas rumah sakit jiwa melihat seorang pasien sedang menulis surat.

Pengawas
:
"Kau menulis surat kepada siapa?"
Pasien
:
"Saya menulis surat kepada diri saya sendiri."
Pengawas
:
"Dan apa yang kau tulis dalam surat itu?"
Pasien
:
"Mana saya tahu? Saya kan baru akan menerima surat ini besok pagi."
Tim i-Humor's picture

PUS...

Suatu hari Dodo berkunjung ke rumah Marwan temannya, ketika itu dia melihat kucing Marwan.

Dodo bertanya
:
"Wan, siapa nama kucingmu?"
Marwan
:
"Namanya Puspita Sari Endah Dwi Setiyarini Pungkiwati."
Dodo
:
"Haaa... panjang amat namanya, gimana cara manggilnya?"
Marwan
:
"Singkat saja´Pu´!"
Tim i-Humor's picture

PENGAKUAN

....Fera sedang sekarat ditempat tidur menunggu ajal nya datang, ia dipangku oleh suami nya Budhi yang sudah berlinang air mata....di tangannya masih berada saputangan untuk menghapus air mata yang berjatuhan....kemudian si Fera berbisik.."Masss buddd ku sayang.."
(dengan suara yang lemah..)...."Ssshhht....udah Fer jangan terlalu banyak bicara"...."Masss". (dengan nada kesakitan...) dia memaksa untuk bicara..."Aku mau bicara mass...saya ingin memberi pengakuan.."
.....terus si Budhi bilang .."Nggak ada yang harus kamu akui...sudah lah istirahat..."(sambil menghapus air matanya Fera)..."nggak...nggak ...nggak...pokok nya Fera harus ngomong sama masss sekarang biar Fera tenang nanti......mas aku tuh pernah tidur sama adik mu,sahabat mu, dan ayahmu..hhhgggh..." ucap Fera dengan nada lemas......terus si Budhi bilang ..." udah Fer jangan paksa kamu berbicara terus,..nggak apa-apa kok saya sudah tahu semuanya itu...emang kamu pikir saya ngeracunin kamu karna apa..?"

Tim i-Humor's picture

APA YANG KAU KERJAKAN DI GEREJA?

Istri : "Apakah engkau melihat topi yang dipakai oleh Bu Sasongko?"
Suami : "Tidak."
Istri : "Apakah engkau melihat pakaian baru yang dikenakan Helen?"
Suami : "Tidak."
Istri : "Kalau begitu, apa yang kau kerjakan di gereja ini?"

Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! (Roma 12:16)

Tim i-Humor's picture

BALAS

Pada suatu hari keluarga seorang Pendeta sedang berkendara untuk menghadiri suatu ibadah Natal. Maka dengan penuh sukacita Pak Pendeta bersama keluarganya menuju tempat yang tertera dalam undangan.

Sesampainya di tempat yang dituju ternyata halaman parkir telah dipenuhi oleh para undangan lain. Nampaknya ibadah ini cukup menarik minat banyak orang. Setelah berputar-putar, beruntung ternyata terdapat satu tempat parkir diantara mobil-mobil yang penuh sesak dan di sana sudah menunggu si tukang parkir.

Melihat mobil Pak Pendeta, dengan gesit tukang parkir memberikan tanda dan Pak Pendeta menghampirinya.

Tim i-Humor's picture

MAKAN APA?

Ada 2 orang anak sedang bercakap-cakap.

Si A : "Kalo orang gemuk itu makan apa?"
Si B : "Ya pasti makan nasi, ayam, tempe, sayur ...."
Si A : "Salah!"
Si B : "Lah ... kok!!"
Si A : "Kalo orang gemuk itu makan ... tempat!"

Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. (Roma 14:15)

Tim i-Humor's picture

BEBAS PULSA

Kabar terbaru! Mulai hari ini, fren telpon gratis ke semua operator. Dengan menggunakan "kalimat kunci" maka Anda bisa telepon gratis! Mau tahu caranya?

Tim i-Humor's picture

BENAR DAN SALAH

Sepasang suami istri sedang terlibat dalam sebuah perdebatan sengit, namun keduanya sama-sama tak mau mengakui bahwa dirinyalah yang salah.

"Aku akan bilang kalau aku salah," sahut sang istri mencoba mengakhiri perdebatan, "jika kamu mengakui kalau pendapatku benar."

Suaminya setuju dan ia mempersilakan istrinya mengatakannya terlebih dulu.

"Aku salah," kata istrinya

Dengan mata berbinar suaminya segera menjawab, "Ya, kamu benar!"

Tinggalkan Komentar