Matius

Tim i-Humor's picture

5 ROTI DAN 2 IKAN

Sebuah sekolah minggu sedang mengadakan acara perjamuan kasih. Anak-anak disuruh membawa makanan untuk dimakan bersama-sama.

"Anak-anak, ayo keluarkan makanan yang sudah kalian bawa," kata guru sekolah minggu.

"Baik, Bu!" sahut anak-anak.

"Badu, apa yang kamu bawa?" tanya guru saat melihat bungkusan Badu.

"Ini 5 roti dan 2 ikan, Bu."

"Wah, kamu mau menghayati apa yang tertulis di Alkitab ya?"

"Bukan, Bu. Saya membawa makanan ini supaya bisa bertambah dan bisa dimakan 5000 orang. Jadi, bisa untuk makan se-RT," jawab Badu dengan polosnya.

Tim i-Humor's picture

ALASAN LAMARAN DITOLAK (I)

Dengan hormat,

Setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan dari perusahaan yang Bapak pimpin, yang dimuat di surat kabar nasional terbesar, saya jadi begitu tertarik untuk bergabung dengan perusahaan yang Bapak pimpin. Oleh karena itu, saya bermaksud melamar pekerjaan di perusahaan Bapak sesuai dengan lowongan yang ada. Saya percaya, dengan segala pengalaman dan kemampuan saya, sayalah orang yang dibutuhkan perusahaan Bapak. Harapan saya, agar melalui surat ini terjalin tali silaturahmi yang erat antara kita berdua, sebagaimana telah diamanatkan oleh semua agama.

Hormat saya.

Pelajaran: Bertele-tele bukan salah satu cara yang baik untuk berkomunikasi. Alkitab sudah memperingatkan kita untuk tidak bertele-tele dalam berkomunikasi dengan "Atasan" :>

Tim i-Humor's picture

LAUT JAWA

Usrok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.

Usrok: "Ayahku super kaya, sebentar lagi dia mau beli Laut Jawa!"

Cuplis: "Oya? Kalau begitu aku akan bilang ke ayahku supaya Laut Jawa jangan jadi dijual!"

Tim i-Humor's picture

POSISI TERBAIK

Tiga orang pendeta duduk membahas posisi terbaik untuk berdoa. Kebetulan seorang tukang telepon sedang memperbaiki tiang telepon di dekat situ.

"Berlutut itu posisi terbaik," kata yang satu

"Tidak," bantah yang lain. "Saya merasakan jamahan Tuhan jika saya berdiri sambil mengangkat kedua tangan."

"Kalian berdua salah," potong yang ketiga. "Posisi doa yang paling efektif itu menelungkup, wajah menyentuh lantai."

Tukang telepon itu gatal mendengarnya. "Hai, Pak Pendeta!" ia menyela.

"Doa terbaik yang pernah saya lakukan adalah saat bergantung terbalik di tiang telepon!"

Tim i-Humor's picture

BOLEHKAH?

Budi adalah anak yang malas. Ketika dia akan menghadapi ujian, dia berdoa pada saat gereja sedang sepi "Bunda Maria yang kudus, bolehkah besok saya menyontek Andi, teman saya yang selalu saja mendapatkan rangking 1 di kelas?"

Seorang Pastor yang kebetulan berada tepat di belakang patung Yesus dan Bunda Maria langsung menjawab doa Budi tanpa memperlihatkan wajahnya, "Tidak boleh!"

Dengan santai Budi berkata, "Tuhan, yang saya tanya 'kan Ibu-Mu..."

Tim i-Humor's picture

ORANG PELIT MASUK SURGA

Ada seorang pelit meninggal. Entah bagaimana dia sampai di pintu surga. Di sana Petrus berdiri menyambut dia, "Selamat datang di surga, adakah sesuatu yang ingin kamu katakan sebelum masuk ke surga?"

"Em, bolehkah aku membawa 50 kg emasku bersamaku?" tanya si pelit. Tentu saja Petrus menolak dengan tegas, tetapi si pelit terus memaksa sehingga terjadi antrian panjang di pintu surga. Tiba-tiba radio komunikasi Petrus berbunyi, lalu dia melakukan sedikit pembicaraan.

"Oke, Tuhan bermurah hati," kata Petrus, "kamu boleh membawa emasmu. Tetapi Dia hanya mengizinkan kamu membawa 10 kg saja. Bagaimana?" Si pelit berpikir sejenak lalu berkata, "Baiklah, daripada tidak sama sekali," jawabnya dengan wajah lesu "Baiklah, silakan masuk ke surga" kata Petrus.

Lalu mulailah si pelit berjalan-jalan menikmati keindahan surga. Tetapi satu hal mengganggu hatinya. Ke mana pun dia pergi, dia melihat jalan yang dilalui terbuat dari emas. Tiba-tiba dia merasa bodoh dan ingin membuang emas yang selalu digendongnya ke mana-mana. Dia melihat ke kiri dan kanan lalu berniat meninggalkan emasnya di suatu pojok yang agak tersembunyi. Saat dia akan meletakkan emasnya, tiba-tiba ada sebuah suara yang bergemuruh di langit "TOLONG JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!"

Ternyata emasnya hanya menjadi sampah di surga.

Tim i-Humor's picture

HARIMAU MODERN

Ada dua ekor sapi yang sedang makan rumput. Kemudian datanglah seekor harimau yang juga ikut makan rumput. Kedua sapi itu pun heran.

Sapi 1: "Kok harimau makan rumput, ya?"
Sapi 2: "Iya, kok tidak makan kita saja, ya?"

Harimau: "Sabar sedikit kenapa sih, saya kan mau menghabiskan selada dulu baru menu utamanya."

Tim i-Humor's picture

HASIL PRAKARYA

Pada waktu pelajaran prakarya tiba, Rini menyerahkan hasil prakaryanya kepada Pak Guru.

"Pak, ini hasil prakarya saya. Saya membuat rumah-rumahan, Pak."
"Kok hanya selembar triplek begini? Mana rumahnya?" tanya Pak Guru
"Sudah digusur, Pak. Jadi yang saya serahkan pada Pak Guru ya sebidang tanahnya saja."

Tim i-Humor's picture

BAGAIMANA KEBAKTIANNYA?

Pak pendeta menanyai seorang anak kecil yang baru pertama kali mengikuti kebaktian.

"Bagaimana kebaktiannya tadi?"
Jawabnya, "Musiknya oke, tapi iklannya membosankan".

Tim i-Humor's picture

PIPI KIRI DAN KANAN

Setiap kali ke sekolah Minggu, Yohanes mendengarkan pesan gurunya yaitu, "Kasihilah sesamamu manusia, jika pipi kkananmu ditampar, berikan pipi kirimu." Sepulang sekolah Minggu Johannes ditampar temannya, Markus.

Setelah Markus menampar pipi kanannya, Yohanes berkata, "Markus... kamu lupa menampar pipi kiriku... Ayo, ini pipiku...!"

Markus: (Sambil berlari ketakutan Markus berpikir) Dia sakit ya...??

Tim i-Humor's picture

MENJADI GARAM DUNIA

Budi adalah seorang murid Sekolah Minggu dari suatu gereja. Walaupun ibunya belum mengenal Tuhan Yesus, ia tidak pernah melarang Budi untuk pergi ke Sekolah Minggu.

Pada suatu hari Minggu, sesampainya Budi di rumah, ibunya bertanya, "Pelajaran apa yang kamu dapatkan di Sekolah Minggu tadi pagi?"

Budi dengan bersemangat menjawab, "Tadi pagi guru Sekolah Minggu saya, Ibu Meliati bersama dengan asistennya Ibu Hartatik, mengajarkan saya untuk menjadi garam bagi dunia ini."

Ibunya terkejut dan berkata, "Hah, kamu mau jadi garam?! Budi, jangan kecewakan mama, mama mau kamu menjadi dokter atau tukang insinyur!"

Tim i-Humor's picture

MENUNGGU MOBIL

Ada seorang anak SD kelas 1 yang amat lugu namanya Alya. Ia disuruh oleh ibunya untuk membeli cabai di warung depan di seberang jalan rumahnya, "Nak, belikan ibu cabai di warung depan, tapi kalau mau menyeberang hati-hati, tunggu mobil lewat dulu ya."

Alya segera menjawab, "Iya, Bu."

Setelah ditunggu 30 menit, Alya masih belum kembali. Lalu ibunya keluar rumah. Didapatinya Alya masih menunggu di pinggir jalan.

Ibunya bertanya, "Alya, kok kamu malah menunggu di situ, tidak beli cabai?"

Alya menjawab dengan polos, "Iya, Bu. Soalnya aku nunggu mobil lewat, dari tadi yang lewat motor terus, Bu."

Tim i-Humor's picture

ALASAN JALAN KAKI

Seorang turis Batak berkunjung ke Israel, lalu dia menawar sebuah perahu untuk berkeliling danau Galilea.

Pemilik perahu: "Sewa perahu ini 100 dolar/jam."

Turis Batak: "Mahal kali sewanya! Di danau Toba saja, di Indonesia, sewa perahu tidak sampai seperempatnya, itupun sudah puas seharian naik perahu berkeliling pulau Samosir"

Pemilik perahu: "Ini kan Israel, di danau inilah Tuhan Yesus berjalan di atas air!!!"

Mendengar jawaban pemilik perahu, spontan saja turis Batak itu langsung pergi sambil bersungut-sungut: "Ooo, pantas saja Yesus jalan, soalnya ongkos naik perahunya amat mahal!"

Tim i-Humor's picture

JUJUR

Di sebuah shopping mall terdengar pengumuman:

PERHATIAN! PERHATIAN! PERHATIAN!

Ditujukan kepada Anda yang kehilangan segepok uang ratusan ribu yang diikat dengan karet gelang, harap menghubungi counter informasi dengan membawa kartu pengenal atau KTP, karena karet gelangnya telah diketemukan, terima kasih.

Tim i-Humor's picture

BERJALAN DI MANA?

Samsul bertanya kepada pemimpin upacara pemakaman, "Pak, saat kita ingin mengantar orang yang sudah meninggal baiknya berjalan di samping kiri peti, kanan peti, di depan peti, atau di belakang peti?"

"Terserah, silakan berjalan di mana saja selagi Anda masih bebas berjalan dan belum berada di dalam peti itu," jawabnya santai.

Tinggalkan Komentar