Efesus

Tim i-Humor's picture

SAYANG ISTRI

Suatu hari seorang istri mengeluh pada suaminya tentang penyakitnya.

Istri: "Pa, kepalaku sering pusing dan dadaku berdebar-debar, juga sering mual."

Suami: "Kalau begitu kita ke dokter saja ya?"

Kemudian mereka pergi ke dokter spesialis penyakit dalam. Suaminya menunggu di luar ketika istrinya diperiksa dokter. Tidak lama kemudian si istri keluar dari ruang periksa. Dengan cemas si suami bertanya kepada istrinya.

Suami: "Sakit apa, Ma? Apa kata dokter?"

Istri: "Menurut dokter aku tidak ada penyakit apa-apa, hanya sedikit stres saja. Dia menyarankan kita untuk liburan dulu, seperti ke Bangkok, Singapura, Malaysia, supaya bisa rileks gitu lho, Pa! Enaknya kita pergi ke mana ya?"

Si suami terdiam sejenak, kemudian ia berkata, "Sebaiknya kita pergi ke dokter lain saja, Ma!"

Tim i-Humor's picture

FOTO

Istri: "Kenapa kamu selalu membawa fotoku di dompetmu?"

Suami: "Ketika ada masalah, tidak peduli betapa besarnya itu, aku melihat fotomu dan masalah pun pergi."

Istri: "Oh suamiku! Kamu menyadari betapa ajaib dan kuatnya aku buat dirimu?"

Suami: "Ya! Aku melihat fotomu dan bertanya pada diriku sendiri, masalah apa yang lebih besar dari ini?"

Tim i-Humor's picture

TERKUNCI

Seorang profesor waktu sedang memberi kuliah mendadak bersin. Dia mengambil saputangannya. Bebarengan dengan saputangan, jatuhlah sebuah kunci. Begitu dilihatnya kunci, dia tersentak dan ingat akan sesuatu. Ia langsung berkata kepada mahasiswanya, "Saudara-saudara, kuliah ini terpaksa saya hentikan dahulu. Istri saya terkunci di dalam kamar."

Tim i-Humor's picture

SALING MEMBANTU

Saat masakan hampir selesai dibuat oleh Bu Ruth, kebiasaan Bu Ruth adalah mencicipinya sebelum dihidangkan di atas meja. Kali ini ternyata Bu Ruth lupa memberikan garam di masakannya itu -- karena garam di dapur habis -- sehingga rasanya sangat hambar. Kemudian ia menyuruh anaknya, Jason...

Bu Ruth: "Son... son, kamu pergi belikan Mami garam ya, supaya masakan ini rasanya enak."

Jason: "Tidak mau ah, Mam!"

Bu Ruth: "Lho, kok begitu? Sebagai anak Tuhan kita harus taat dan saling membantu! Nih, Mami kasih upah seribu perak"

Jason: "Kalau gitu Mami aja yang pergi beli, nanti Jason kasih lima ribu, kan kata Mami sebagai anak-anak Tuhan kita harus saling membantu..."

Tim i-Humor's picture

PEMABOK NAIK TAKSI

Suatu hari di Monas, Jhody yang mabuk miras menghentikan taksi. Setelah taksi berhenti, Jhody masuk ke dalamnya.

Jhody: "Pak, antar saya ke Monas!"

Sopir taksi: "Lho, di sini kan Monas?" kata si sopir keheranan.

Kemudian Jhody yang mabuk itu keluar lagi dari taksi sambil memberikan uang sepuluh ribu pada si sopir. Lalu Jhody berkata: "Pak, lain kali kalau mengantar orang jangan cepat-cepat ya..."

Tim i-Humor's picture

MAKAN MALAM TAHUN BARU

Jim dan Ellen menikah pada akhir Desember dan mengundang orangtua mereka untuk merayakan makan malam Tahun Baru mereka yang pertama.

Malam Tahun Baru tiba dan Jim mengutarakan maksudnya untuk pergi jalan-jalan dengan teman-temannya agar istrinya dapat dengan bebas menyiapkan makan malam istimewa.

"Kamu nggak perlu terlalu repot lagi kok," katanya pada istrinya. "Aku sudah mencabuti bulu-bulu ayam yang akan kau masak. Sekarang kamu tinggal menangkapnya, kemudian memotongnya, dan memasaknya."

Tim i-Humor's picture

LAPANGAN GOLF DI SURGA

Ketika Peter bermain golf bersama pendeta Brian, ia melontarkan sebuah pertanyaan teologis yang sangat penting.

"Pak Pendeta, apakah ada lapangan golf di surga?"

"Wah, sampai sekarang saya tidak tahu. Nanti kalau ada kesempatan saya akan menanyakan soal itu kepada Tuhan dan jawabnya pasti akan saya beritahukan ke kamu."

Minggu berikutnya mereka berdua bermain golf kembali dan Peter masih mengajukan pertanyaan yang sama.

"Pak Pendeta, apakah Anda sudah menemukan lapangan golf di surga?"

"Sudah, sudah. Lapangan golf di sana bagus sekali. Saya dengar kamu diundang untuk bermain di sana minggu depan."

Tim i-Humor's picture

SALAH BIS

Suatu malam, seorang lelaki yang sedang mabuk naik bis dan duduk di sebelah seorang nenek. Si nenek memandangnya dari atas ke bawah. Tidak suka dengan tingkah laku si pemabuk itu, lalu si nenek berkata, "Tahu tidak, kamu akan ke neraka!"

Si lelaki kaget dan berteriak, "Setoop... kirii. Saya salah naik bis!"

Tim i-Humor's picture

BEDA

Tiga orang teman kuliah bertemu di sebuah kafe.

Bejo: Eh, Blo. Kalau tidak salah, dulu kamu pacaran sama Dewi. Kenapa batal menikah?

Tablo: Ortuku tidak setuju. Beda agama. Eh, kalau kamu sama Cintya bagaimana?

Bejo: Ortuku tidak setuju. Beda etnik.

Temen ketiga, Jeko, diam saja.

Tablo dan Bejo menatapnya lalu bertanya, "Eh, Ko. Bagaimana hubunganmu sama Karen. Katanya bubar juga, kenapa?"

Jeko menarik nafas, "Beda kelamin...."

Tim i-Humor's picture

TIDAK ADA TEKSNYA

Untuk memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus, maka terjadilah perdebatan seru seputar analisis, kritik, apresiasi, dan perkembangan film Indonesia sekarang ini. Ada yang berpendapat bahwa banyaknya film yang diproduksi bukan indikator kemajuan film Indonesia. Ada juga yang berpendapat bahwa bagaimanapun banyaknya film yang sudah diproduksi merupakan bukti kemajuan film Indonesia. Pokoknya seru sekali perdebatan saat itu. Namun, ada satu mahasiswa yang dari awal diskusi hingga akhir tampak bengong saja seperti enggan terlibat dalam diskusi.

Pak dosen bertanya, "Anton, dari tadi kamu kok diam saja. Apa kamu tidak suka dengan film Indonesia?"

"Bukan, Pak."

"Lalu kenapa diam?"

"Soalnya tidak ada teksnya, Pak. Kalau film barat kan ada teksnya."

Tim i-Humor's picture

MENUTUP MALU

Karena sudah sering terkena pemadaman listrik, Pak Bejo menelepon PLN, mau protes keras!

Bejo: Kenapa listrik mati-mati terus? Sudah merusak 1 radio dan 1 TV saya! Memangnya siapa yang mau ganti?

Petugas: Maaf, Bapak salah sambung.

Bejo: Bukan cuman TV, udah banyak lampu yang tidak mau nyala di rumah. Kulkas juga sudah hampir rusak. Kamu kira ada uang jatuh dari langit untuk membeli barang-barang itu?

Petugas: Maaf, Bapak salah sambung. Ini bukan PLN, ini PELNI, Pak.

Ooops Pak Bejo kaget. Sudah teriak-teriak ternyata salah sambung. Tapi biar tidak malu, Pak Bejo "ngeles".

Bejo: Iya saya tahu! PELNI juga sama saja! Kita beli tiket untuk berangkat pukul 4 sore, eh pukul 10 malam baru berangkat kapalnya!

Tim i-Humor's picture

KUCING HILANG

Seorang gadis menangis di pinggir jalan. Lalu seorang bapak menghampiri dan menyapanya.

"Adik manis, kenapa menangis?"

"Kucing saya hilang...," jawabnya dengan isakan tangis.

"Bolehkah saya bantu untuk mengiklankannya di koran?"

"Percuma Pak, kucing saya tidak bisa baca."

Tim i-Humor's picture

OH, ISTRIKU

Tiga orang pria meninggal dunia dan segera menghadap malaikat.

Malaikat: Selama hidup kalian di dunia, berapa kalikah kalian menyeleweng dan mengkhianati istri kalian?

Pria 1: Saya ingat benar, dua kali.

Malaikat: Kalau begitu, kau kuberi mobil bekas sebagai kendaraanmu di sini.

Pria 2: Kalau saya, hanya sekali. Benar-benar hanya sekali!

Malaikat: Oke, buatmu kuberi mobil baru sederhana!

Pria 3: Terlebih saya. Saya tidak pernah sekali pun mengkhianati istri saya karena istri saya pun mengaku tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk menoleh ke pria lain sekejap pun.

Malaikat: Bagus. Buat kamu, sebuah Baby Benz mewah!

Selang beberapa waktu kemudian, mereka secara kebetulan bertemu di sebuah tempat parkir. Pria pertama dan kedua heran melihat pria ketiga tersedu-sedu di dalam Beby Benznya. Mereka berdua menanyai pria ketiga tersebuta mengapa ia menangis. Lalu dia menjawab, "Aku baru ketemu istri saya di jalan. Dia naik sepeda rongsokan."

Tim i-Humor's picture

SUAMI RAJIN

Pada pagi pertama setelah mereka menikah, seorang suami bangun langsung ke dapur dan kembali membawa sarapan untuk pengantinnya. "Ini," katanya sambil menyodorkan meja dorong berisi teh, roti, telur, selai, dan mentega tertata rapi.

"Oh, bagus sekali! Pagi yang indah dengan suamiku yang rajin!"

"Ya," kata sang suami, "yang beginilah yang saya kehendaki kamu siapkan setiap pagi mulai besok untuk saya!"

Tim i-Humor's picture

MELAYANI SAJA

Karena jengkel dengan kebandelan anak-anaknya, sebelum berangkat ke luar negeri, Pak Mario meninggalkan pesan yang ia kutip dari Matius 20:26. Dan begitu anak sulungnya membaca pesan itu, ia cepat-cepat mendekati adiknya.

"Hei, Bolly, kemarin kau bilang kau ingin jadi pembesar."

"Iya! Memang kenapa?" jawab adiknya. "Jadi pembesar kan enak. Tinggal perintah ini dan itu dengan jari telunjuk, lalu marah-marah dengan kepalan di tangan."

"Bagus! Kalau begitu, tolong semirkan dulu sepatuku ini!"

"Ha! Apa hubungannya?"

"Nih, baca pesan Papa: Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu."

Tinggalkan Komentar