1 Korintus

Tim i-Humor's picture

RUMAH BARU

Pak Sadrah lagi jalan-jalan sama dua anaknya, Sarah (4 tahun) dan Hana (5 tahun). Waktu perjalanan pulang ke rumah, mereka melewati sebuah rumah yang ada tulisannya "DIJUAL".

Pak Sadrah kelihatannya tertarik dan berhentiin mobilnya di depan rumah itu. Waktu lihat papanya sedang ngangguk-ngangguk sambil ngelihat rumah itu, Sarah langsung komentar, "Papa ngapain sih?"

Pak Sadrah bilang dia sedang melihat rumah itu karena bagus banget.
Lalu Sarah tanya lagi, "Emangnya Papa mau beli rumah baru ya?"

Tim i-Humor's picture

GURU YANG PERHATIAN

Beni kecil baru pulang dari hari pertamanya bersekolah dan berkata, "Ma, bu guru tadi tanya apa aku punya adik atau kakak yang akan sekolah di situ juga."

"Wah, baik sekali, ternyata ibu guru sangat perhatian ya, dengan kamu dan keluargamu, terus gimana sayang? Kamu bilang kan kalau kamu anak tunggal? Bu guru jawab apa?" "Oh, bu guru cuma bilang `Puji Tuhan`!" kata Beni.

Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. (1Korintus 7:5)

Tim i-Humor's picture

TAWAR MENAWAR

Puji pergi ke dokter gigi untuk dicabut giginya. Saat dia membuka mulutnya, dokter mengatakan giginya yang lain juga perlu di bor, Puji bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk semua proses itu.

"Hanya lima menit," kata si dokter dengan bangganya. "Anda akan sudah keluar dari sini bahkan sebelum Anda sadar kalau gigi Anda sudah dicabut. Saya jamin Anda tidak akan merasakan apapun, paling lama 10 menit kita sudah selesai!"

"Berapa biayanya, Dok!" tanya Puji.

"Seratus lima puluh ribu rupiah," kata dokter itu dengan suara pelan.

Tim i-Humor's picture

BAKAR ROKOK

Ibu : "Bapak! sudah diberitahu berkali-kali masih juga merokok, rokok itu kan hanya menghambur-hamburkan uang saja!"
Ayah : "Iya saya tahu."
Ibu : "Berarti bapak setuju dengan adanya banyak pabrik rokok di negara ini, yang hanya membuat bangsa ini melarat?"
Ayah : "Sebenarnya saya gak setuju dengan adanya pabrik rokok di negara kita ini!"
Ibu : "Trus, knapa masih merokok?"
Ayah : "Sebenarnya ingin sekali saya membakar pabrik rokok itu ... tetapi apa daya... itu melanggar hukum, maka dari itu saya bakar aja rokoknya satu-satu!"
Tim i-Humor's picture

TENAR KALI AWAK INI, BAH...!

Seorang kawan dari Tapanuli kaget setengah senang ketika pertama kali tiba di Bandung. Ia yang merasa tidak punya kenalan di kota itu, ternyata dikenal oleh tukang becak yang dijumpainya di Stasiun Kebon Kawung.

"Bade ke mana, Den?"

"Bah," serunya. "Ke Tamansari dekat Belubur, berapa duit?"

"Tujuh ratus lima puluh, Den."

"Ayolah" katanya tanpa menawar.

Dalam hati ia terus bertanya-tanya, dari mana si abang becak itu tahu namaku. Saking gembiranya ia terus naik tanpa menawar lagi, karena di Tapanuli tidak ada tawar-menawar ongkos.

Tim i-Humor's picture

RENCANA BUNUH DIRI YANG GAGAL

Ada seorang anak muda yang duduk didalam sebuah bar. Dia menatap hampa pada gelas minumannya. Dia melakukan hal itu kurang lebih satu jam lamanya. Kemudian, datanglah seorang supir truk, yang biasa bikin onar di bar itu, merebut gelas minuman orang itu dengan kasar, lalu meneguknya sampai habis. Lalu anak muda itu menangis.
Supir truk itu menepuk bahunya dan berkata, Hei, anak muda, saya cuma bercanda. Mari saya belikan minuman lainnya. Saya tidak biasa melihat seorang pria bersikap cengeng seperti itu. Anak muda itu kemudian menjawabnya, "Bukan, bukan itu masalahnya.
Hari ini adalah hari terburukku.
Pertama, aku telat bangun sehingga tidak menghadiri rapat penting di kantor. Bos memarahiku habis-habisan.
Kedua, setelah jam bubar kerja, mobilku ternyata raib dicuri maling. Kata polisi, mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
Ketiga, aku terpaksa pulang naik taksi. Tapi, dompetku ketinggalan di taksi itu dan akhirnya, hilang.
Keempat, ketika aku buka pintu rumah, istriku ternyata sedang main serong dengan tukang kebunku sendiri. Dan di bar ini, aku berpikir untuk bunuh diri saja. Tapi, Anda justru merebut gelas minumanku, yang telah kuisi dengan racun !"

Tim i-Humor's picture

KKR DI ARAB SAUDI

Pada suatu hari seorang pendeta akan mengadakan KKR kesembuhan di Arab Saudi. Dia membuat sebuah baliho untuk mempublikasikan KKR itu.

Dia membagi baliho itu menjadi tiga bagian (bayangkan seperti brosur yang dilipat menjadi tiga) dari kiri ke kanan. Bagian pertama yang paling kiri bergambar orang yang sakit lumpuh. Bagian kedua (tengah) bergambar orang itu sedang didoakan oleh pendeta. Bagian ketiga (kanan) bergambar orang itu dapat berjalan kembali.

Pada waktu hari H, dia heran mengapa tidak ada orang yang menghadiri KKR itu. Dia sangat sedih. Dia kembali ke kamar dan berdoa, "Roh Kudus, apa yang salah? Aku sudah mengerjakan sebaik mungkin."

Tim i-Humor's picture

TAILOR

Abraham sangat menginginkan sebuah baju baru. Dia membeli kain dan membawanya ke seorang tukang jahit. Penjahit pertama yang dia kunjungi mengukur Abraham dan kain yang dibawanya. Setelah itu sang penjahit mengatakan bahwa kain tersebut tidak cukup untuk membuat sebuah kemeja.

Abraham sangat kecewa dan memutuskan untuk mencoba pergi ke tukang jahit yang lain. Sang penjahit pun melakukan hal yang sama dengan penjahit pertama, yaitu mengukur Abraham dan kain yang dibawanya. Penjahit itu lalu tersenyum dan berkata, "Kain ini bisa menjadi satu kemeja berlengan panjang dan satu kemeja berlengan pendek untuk Anda. Silakan datang lagi minggu depan untuk mengambilnya."

Tim i-Humor's picture

DUA JALAN

Saya adalah salah seorang guru sekolah minggu, kalian tahu ada satu hal yang buat saya terkejut bahkan juga membuatkan kami ketawa ... ceritanya begini ....

"Anak-anak semua kamu tahukah kalau di dunia ini ada 2 jalan?" tanyaku.

"Tahu...!" jawab anak-anak sekolah minggu itu.

"Apa coba ...?"

"Jalan sempit dan jalan lebar ...."

"Bagus ... kalau ikut jalan sempit kita masuk ke sorga. Tapi kalau ikut jalan lebar masuk ke neraka. Kamu tahu kalau masuk ke neraka sungguh amat tersiksa, panas...," aku mulai bercerita mengenai keadaan di surga dan neraka.

Tim i-Humor's picture

BAHAS ROH

Sepulang dari retret, seorang bapak menemui istri dan anaknya untuk sharing, "Temenku bisa bahasa Roh setelah Pencurahan Roh Kudus."

"Lha Bapak dapat?" tanya ibu penasaran.

"Kebetulan belum dapat dan belum bisa berbahasa Roh," jawab bapak.

Dengan polos sang anak menimpali, "Nanti kita sama-sama kursus bahasa Roh ya, Pak."

Tinggalkan Komentar