1 Korintus

Tim i-Humor's picture

PRIA IDAMAN

Seorang janda, Mbok Rondho Dadapan namanya, bingung mencarikan jodoh untuk anak gadisnya yang semata wayang, Klething Kuning namanya.

"Nduk anakku yang cantik, mengapa engkau menolak semua lamaran pemuda- pemuda di seluruh desa ini. Apakah mereka kurang tampan untukmu?", tanya sang ibu kepada Klething Kuning yang tidak kunjung bicara.

"Nduk, cah ayu! Sebenarnya, pria seperti apa yang engkau kehendaki?" rayu sang ibu, "si Ande-ande Lumut kau tolak, si Gembus kau tolak, si Bedun pun kau tolak? Pria seperti apa yang kau cari itu Nduk, anakku?"

Tim i-Humor's picture

BUTUH OLAH RAGA

Ketika istri saya menelepon teman kami, nadanya selalu sibuk. Dia mencoba berulang kali, tetapi tidak tersambung.

Sambil memerhatikannya sibuk memencet nomor telepon berkali-kali, saya bertanya mengapa dia tidak memakai tombol pemutar ulang (redial).

"Sayang," jawab istri saya, "saya `kan butuh olahraga."

Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian. (1Korintus 11:16)

Tim i-Humor's picture

PUISI ITONG

Itong harus membuat puisi tentang PAHLAWAN. Setelah jadi beginilah puisinya.

Aku pahlawan kecil
Yang gagah berani ....

Bila Belanda datang aku serang
Bila Belanda Nyerang, Aku bilang ...
"Idiiih beraninya sama anak kecil ..."

Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! (1Korintus 14:20)

Su

Tim i-Humor's picture

MENGELUH TERUS

Ibu Vida dan Ibu Anik sedang ngobrol tentang rumah tangganya masing- masing.

Ibu Vida berkata, "Kami sudah nikah 25 tahun, dan tiap malam, suamiku selalu mengeluh tentang makanan di rumah. Tidak ada satu malam pun yang dia lewatin tanpa ngeluh ... ngeluh ... dan ngeluh ... tentang masakan hari itu."

Dengan heran Ibu Anik bertanya, "Wahh ... sungguh menyebalkan. Emangnya keluhan suami Ibu gak bikin jengkel gitu?"

Ibu Vida dengan santai menjawab, "Loh kenapa harus aku yang jengkel kalau dia gak suka dengan masakannya sendiri?"

Tim i-Humor's picture

TENAR KALI AWAK INI, BAH...!

Seorang kawan dari Tapanuli kaget setengah senang ketika pertama kali tiba di Bandung. Ia yang merasa tidak punya kenalan di kota itu, ternyata dikenal oleh tukang becak yang dijumpainya di Stasiun Kebon Kawung.

"Bade ke mana, Den?"

"Bah," serunya. "Ke Tamansari dekat Belubur, berapa duit?"

"Tujuh ratus lima puluh, Den."

"Ayolah" katanya tanpa menawar.

Dalam hati ia terus bertanya-tanya, dari mana si abang becak itu tahu namaku. Saking gembiranya ia terus naik tanpa menawar lagi, karena di Tapanuli tidak ada tawar-menawar ongkos.

Tim i-Humor's picture

RENCANA BUNUH DIRI YANG GAGAL

Ada seorang anak muda yang duduk didalam sebuah bar. Dia menatap hampa pada gelas minumannya. Dia melakukan hal itu kurang lebih satu jam lamanya. Kemudian, datanglah seorang supir truk, yang biasa bikin onar di bar itu, merebut gelas minuman orang itu dengan kasar, lalu meneguknya sampai habis. Lalu anak muda itu menangis.
Supir truk itu menepuk bahunya dan berkata, Hei, anak muda, saya cuma bercanda. Mari saya belikan minuman lainnya. Saya tidak biasa melihat seorang pria bersikap cengeng seperti itu. Anak muda itu kemudian menjawabnya, "Bukan, bukan itu masalahnya.
Hari ini adalah hari terburukku.
Pertama, aku telat bangun sehingga tidak menghadiri rapat penting di kantor. Bos memarahiku habis-habisan.
Kedua, setelah jam bubar kerja, mobilku ternyata raib dicuri maling. Kata polisi, mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
Ketiga, aku terpaksa pulang naik taksi. Tapi, dompetku ketinggalan di taksi itu dan akhirnya, hilang.
Keempat, ketika aku buka pintu rumah, istriku ternyata sedang main serong dengan tukang kebunku sendiri. Dan di bar ini, aku berpikir untuk bunuh diri saja. Tapi, Anda justru merebut gelas minumanku, yang telah kuisi dengan racun !"

Tim i-Humor's picture

KKR DI ARAB SAUDI

Pada suatu hari seorang pendeta akan mengadakan KKR kesembuhan di Arab Saudi. Dia membuat sebuah baliho untuk mempublikasikan KKR itu.

Dia membagi baliho itu menjadi tiga bagian (bayangkan seperti brosur yang dilipat menjadi tiga) dari kiri ke kanan. Bagian pertama yang paling kiri bergambar orang yang sakit lumpuh. Bagian kedua (tengah) bergambar orang itu sedang didoakan oleh pendeta. Bagian ketiga (kanan) bergambar orang itu dapat berjalan kembali.

Pada waktu hari H, dia heran mengapa tidak ada orang yang menghadiri KKR itu. Dia sangat sedih. Dia kembali ke kamar dan berdoa, "Roh Kudus, apa yang salah? Aku sudah mengerjakan sebaik mungkin."

Tim i-Humor's picture

TAILOR

Abraham sangat menginginkan sebuah baju baru. Dia membeli kain dan membawanya ke seorang tukang jahit. Penjahit pertama yang dia kunjungi mengukur Abraham dan kain yang dibawanya. Setelah itu sang penjahit mengatakan bahwa kain tersebut tidak cukup untuk membuat sebuah kemeja.

Abraham sangat kecewa dan memutuskan untuk mencoba pergi ke tukang jahit yang lain. Sang penjahit pun melakukan hal yang sama dengan penjahit pertama, yaitu mengukur Abraham dan kain yang dibawanya. Penjahit itu lalu tersenyum dan berkata, "Kain ini bisa menjadi satu kemeja berlengan panjang dan satu kemeja berlengan pendek untuk Anda. Silakan datang lagi minggu depan untuk mengambilnya."

Tim i-Humor's picture

DUA JALAN

Saya adalah salah seorang guru sekolah minggu, kalian tahu ada satu hal yang buat saya terkejut bahkan juga membuatkan kami ketawa ... ceritanya begini ....

"Anak-anak semua kamu tahukah kalau di dunia ini ada 2 jalan?" tanyaku.

"Tahu...!" jawab anak-anak sekolah minggu itu.

"Apa coba ...?"

"Jalan sempit dan jalan lebar ...."

"Bagus ... kalau ikut jalan sempit kita masuk ke sorga. Tapi kalau ikut jalan lebar masuk ke neraka. Kamu tahu kalau masuk ke neraka sungguh amat tersiksa, panas...," aku mulai bercerita mengenai keadaan di surga dan neraka.

Tim i-Humor's picture

BAHAS ROH

Sepulang dari retret, seorang bapak menemui istri dan anaknya untuk sharing, "Temenku bisa bahasa Roh setelah Pencurahan Roh Kudus."

"Lha Bapak dapat?" tanya ibu penasaran.

"Kebetulan belum dapat dan belum bisa berbahasa Roh," jawab bapak.

Dengan polos sang anak menimpali, "Nanti kita sama-sama kursus bahasa Roh ya, Pak."

Tinggalkan Komentar