1 Korintus

Tim i-Humor's picture

BIG JOHN TIDAK BAYAR

Di suatu hari yang indah, seorang sopir bis menuju ke garasi bis, menghidupkan bisnya, dan memulai perjalanannya untuk hari itu. Tidak ada masalah di beberapa pemberhentian pertama. Beberapa orang naik, ada juga yang turun, dan segala sesuatu berjalan seperti biasa. Di pemberhentian berikutnya, ada seorang pemuda bertubuh besar menaiki bis itu. Tinggi pemuda itu sekitar 6 kaki, tubuhnya seperti pegulat, dan lengan-lengannya kekar. Pemuda kekar itu memandang sopir bis tadi dan berkata, "Big John tidak bayar!", lalu dia duduk di deretan bangku

belakang. Perlu anda ketahui, bobot sopir bis itu hanya 53 kilo, orangnya kurus, dan lembut. Dia tidak mau berdebat dengan Big John, tapi sebenarnya dia tidak menyukai keadaan itu.

Tim i-Humor's picture

KE KONSER

Murid-murid dari sebuah sekolah diajak menonton sebuah konser oleh gurunya yang memiliki selera tinggi dalam hal musik. Murid-murid itu juga ditraktir minum teh botol, makan kue, kacang, cokelat, dan makanan kecil lainnya untuk membuat mereka senang.
"senang kalian pergi menonton konser?" tanya Guru.
"Ya, Pak," jawab mereka serempak, "Kecuali musiknya!"

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11)

Tim i-Humor's picture

DASAR PENGACARA...

Sebuah kantor United Way lokal belum pernah menerima sumbangan apapun pun dari seorang pengacara paling sukses yang ada di kota itu. Maka seorang relawan diutus untuk memohon sumbangan darinya.

"Bapak adalah seorang pengacara yang sukses. Pastilah Bapak menghasilkan banyak uang. Tentu saja tidak keberatan bila menyisihkan sedikit dari penghasilan Bapak untuk disumbangkan ke United Way."

Pengacara itu menjawab, "Pertama, tahukah anda kalau ibu saya telah lama sekarat karena penyakit yang dideritanya? Dan dia punya tagihan- tagihan kesehatan yang tidak mampu dibayarnya sendiri?"

Tim i-Humor's picture

FILM PERANG

Seorang Produser film ingin membuat film perang yang sangat besar.
"Saya akan menggunakan dua regu tentara untuk adegan perang.
Setiap regu akan terdiri dari 25.000 orang." "Fantastis!" sahut sutradara.
"Tapi, bagaimana kau akan membayar honor mereka?"
"Saya sudah memperhitungkannya?" sahut produser."Itu sebabnya saya akan menggunakan peluru asli!"

 

Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. (1 Korintus 10:24)

Tim i-Humor's picture

"DOAKAN AKU!"

Di suatu hari Minggu, ada seorang anak kecil mulai "bertingkah" saat ibadah pagi di gereja. Orang tua anak itu telah berusaha keras untuk mengendalikan anak itu dari bangku tempat mereka duduk sampai kesabaran mereka hilang. Akhirnya, si ayah memaksa anak itu dan menggendongnya untuk dibawa keluar.

Sesaat sebelum si ayah dan anak tadi sampai di pintu keluar, anak kecil itu dengan keras berteriak, "Tolong doakan aku! Doakan aku!"

 

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11)

Tim i-Humor's picture

AKU MAU ITU TUH...

Anak kedua saya ikut Misa, waktu itu dia masih sekolah di TK kecil.
Saat komuni, kami berdua maju. Dia rupanya menyangka akan mendapat komuni juga, tapi ternyata dia hanya diberkati Pastor. Dia masih diam saja saat tiba kembali ke tempat duduk, tapi sudah tidak lagi semangat mengikuti ibadah. Pada waktu lagu berikutnya dinyanyikan, "Aku tidak akan berkekurangan", dia menyimak dulu lagu itu. Lalu dia protes keras- keras, "Tapi Erwin berkekurangan, Ma! Erwin tidak dapat itu. Aku mau itu tuh..." katanya sambil menunjuk-nunjuk ke mimbar depan.

Tim i-Humor's picture

MENJADI PENDETA

Sepulang dari gereja di hari Minggu, seorang anak laki-laki tiba-tiba mengatakan pada ibunya, "Ma... kalau sudah besar aku mau jadi pendeta saja ah."

"Boleh saja, Nak," kata ibunya, "tapi mengapa kamu tiba-tiba ingin jadi pendeta?" lanjut ibunya pengin tahu karena anak itu biasanya sangat nakal.

"Begini, Ma," kata si anak, "biar bagaimanapun, aku kan tetap saja harus ke gereja tiap Minggu, jadi kupikir akan lebih menyenangkan kalau bisa berdiri di mimbar dan berteriak-teriak daripada harus duduk dengan tenang dan mendengarkan saja."

Tim i-Humor's picture

KONTRIBUSI KEKRISTENAN

Seorang jemaat mencoba untuk memancing debat dengan pendetanya:
"Kekristenan itu sebenarnya tidak menyumbangkan apa-apa pada dunia. Lihat saja, kekristenan berada di dunia sudah hampir dua puluh abad, namun dunia masih juga tetap sama bobroknya...."
Pendeta menjawab: "Sabun sudah ada di dunia ini lebih lama dari itu, tapi lihat wajah anda masih saja kotor seperti itu...."

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. (1 Korintus 2:14)

Tim i-Humor's picture

HAWA LEBIH BAIK

Guru Sekolah Minggu:
"Siapa yang mau cerita tentang Adam dan Hawa?"

Tim i-Humor's picture

BUTUH OLAH RAGA

Ketika istri saya menelepon teman kami, nadanya selalu sibuk. Dia mencoba berulang kali, tetapi tidak tersambung.

Sambil memerhatikannya sibuk memencet nomor telepon berkali-kali, saya bertanya mengapa dia tidak memakai tombol pemutar ulang (redial).

"Sayang," jawab istri saya, "saya `kan butuh olahraga."

Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian. (1Korintus 11:16)

Tim i-Humor's picture

PUISI ITONG

Itong harus membuat puisi tentang PAHLAWAN. Setelah jadi beginilah puisinya.

Aku pahlawan kecil
Yang gagah berani ....

Bila Belanda datang aku serang
Bila Belanda Nyerang, Aku bilang ...
"Idiiih beraninya sama anak kecil ..."

Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! (1Korintus 14:20)

Su

Tim i-Humor's picture

MENGELUH TERUS

Ibu Vida dan Ibu Anik sedang ngobrol tentang rumah tangganya masing- masing.

Ibu Vida berkata, "Kami sudah nikah 25 tahun, dan tiap malam, suamiku selalu mengeluh tentang makanan di rumah. Tidak ada satu malam pun yang dia lewatin tanpa ngeluh ... ngeluh ... dan ngeluh ... tentang masakan hari itu."

Dengan heran Ibu Anik bertanya, "Wahh ... sungguh menyebalkan. Emangnya keluhan suami Ibu gak bikin jengkel gitu?"

Ibu Vida dengan santai menjawab, "Loh kenapa harus aku yang jengkel kalau dia gak suka dengan masakannya sendiri?"

Tim i-Humor's picture

RUMAH BARU

Pak Sadrah lagi jalan-jalan sama dua anaknya, Sarah (4 tahun) dan Hana (5 tahun). Waktu perjalanan pulang ke rumah, mereka melewati sebuah rumah yang ada tulisannya "DIJUAL".

Pak Sadrah kelihatannya tertarik dan berhentiin mobilnya di depan rumah itu. Waktu lihat papanya sedang ngangguk-ngangguk sambil ngelihat rumah itu, Sarah langsung komentar, "Papa ngapain sih?"

Pak Sadrah bilang dia sedang melihat rumah itu karena bagus banget.
Lalu Sarah tanya lagi, "Emangnya Papa mau beli rumah baru ya?"

Tim i-Humor's picture

GURU YANG PERHATIAN

Beni kecil baru pulang dari hari pertamanya bersekolah dan berkata, "Ma, bu guru tadi tanya apa aku punya adik atau kakak yang akan sekolah di situ juga."

"Wah, baik sekali, ternyata ibu guru sangat perhatian ya, dengan kamu dan keluargamu, terus gimana sayang? Kamu bilang kan kalau kamu anak tunggal? Bu guru jawab apa?" "Oh, bu guru cuma bilang `Puji Tuhan`!" kata Beni.

Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. (1Korintus 7:5)

Tim i-Humor's picture

TAWAR MENAWAR

Puji pergi ke dokter gigi untuk dicabut giginya. Saat dia membuka mulutnya, dokter mengatakan giginya yang lain juga perlu di bor, Puji bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk semua proses itu.

"Hanya lima menit," kata si dokter dengan bangganya. "Anda akan sudah keluar dari sini bahkan sebelum Anda sadar kalau gigi Anda sudah dicabut. Saya jamin Anda tidak akan merasakan apapun, paling lama 10 menit kita sudah selesai!"

"Berapa biayanya, Dok!" tanya Puji.

"Seratus lima puluh ribu rupiah," kata dokter itu dengan suara pelan.

Tinggalkan Komentar