KISAH MATA-MATA

Tim i-Humor's picture

Sersan Hendrik dan Frederik dikirim oleh komandan Markas Besar untuk memata-matai dengan tugas utama menyelidiki daerah pedalaman.
Setibanya di daerah tujuan, mereka kepergok oleh orang-orang pedalaman. Yang mengherankan, orang-orang pedalaman itu tidak menangkap mereka melainkan justru menyambut dengan pesta dan tari-tarian. Hendrik dan Frederik bingung menghadapi hal ini.

"Hati-hati, mungkin ini cuma siasat mereka karena sudah tahu kalau kita ini mata-mata."

"Tapi, omong-omong, perut saya mulai lapar melihat buah-buahan yang segar itu."

"Awas, jangan ambil! Mungkin mereka sudah memberi racun pada buah-
buahan itu."

"Tetapi mereka memakannya dan tetap sehat, tidak menampakkan tanda- tanda keracunan."

"Ah, mungkin mereka sudah makan dedaunan anti racun."

Tiba-tiba seorang kepala suku maju ke depan.

"Lihat, saudara-saudaraku, ramalanku benar-benar terjadi. Para dewa telah mengutus utusannya datang ke tempat kita. Mulai saat ini merekalah yang akan menjadi pemimpin kita. Mereka adalah orang kuat yang pantang makan dan minum. Karena itu, jauhkan segala jenis makanan dan minuman, karena mereka tidak berkenan atas hidangan kita."

Tapi hari berikutnya mereka menemukan Hendrik dan Frederik jatuh tidak sadarkan diri karena tidak kuat menahan lapar.

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. (Amsal 3:5)

Sumber: Merenung sambil Tersenyum, Tersenyum sambil Merenung, p. 52.

Tinggalkan Komentar