kemerdekaan

Tim i-Humor's picture

BELUM LAHIR

Pada sebuah sekolah dasar kelas 5, seorang guru sedang mengajar pelajaran sejarah kemerdekaan RI. Ketika itu Bapak Guru sedang menerangkan kapan dan bagaimana kemerdekaan RI pada waktu itu diperjuangkan oleh bangsa Indonesia.

"Kalian tahu, bagaimana pada saat itu pejuang-pejuang kita memperjuangkan kemerdekaan RI? Mereka berjuang hidup atau mati hingga tetes darah penghabisan! Nah, kamu Dodit, coba kamu ceritakan bagaimana Bung Karno dan teman-temannya berjuang pada saat itu?"

Dodit yang terkenal sering mengantuk pada saat pelajaran sejarah itu segera tersentak, "Aduh! Mana saya tahu Pak, kan ketika itu saya belum lahir...."

Tim i-Humor's picture

NASKAH PROKLAMASI

Di sebuah desa yang letaknya terpencil, seorang kepala sekolah yang berasal dari Jakarta baru datang untuk bertugas. Pada hari pertama ia bertemu dengan murid-murid kelas 6, "Anak-anak, siapa yang menulis dan menandatangani naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?" Tapi kelas itu cuma diam. Tidak ada yang menjawab. Pak Kepala Sekolah kecewa berat karena di antara murid kelas enam di sekolah itu tidak ada yang tahu nama Bung Karno dan Bung Hatta. Tapi ia tidak berkata apa-apa, dan baru mengemukakan kekecewaannya ini di depan rapat guru.

Di sore harinya, Pak Midun, guru kelas 6, yang cemas jangan-jangan dia akan dipecat, memanggil muridnya satu demi satu. Kepada setiap murid dia berkata dengan sungguh-sungguh. "Ini soal naskah proklamasi yang ditanyakan oleh Bapak Kepala Sekolah tadi pagi. Sebaiknya kamu mengaku kalau kamu yang menulis dan menandatanganinya," ujarnya.

Tim i-Humor's picture

TIDAK ADA TEKSNYA

Untuk memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus, maka terjadilah perdebatan seru seputar analisis, kritik, apresiasi, dan perkembangan film Indonesia sekarang ini. Ada yang berpendapat bahwa banyaknya film yang diproduksi bukan indikator kemajuan film Indonesia. Ada juga yang berpendapat bahwa bagaimanapun banyaknya film yang sudah diproduksi merupakan bukti kemajuan film Indonesia. Pokoknya seru sekali perdebatan saat itu. Namun, ada satu mahasiswa yang dari awal diskusi hingga akhir tampak bengong saja seperti enggan terlibat dalam diskusi.

Pak dosen bertanya, "Anton, dari tadi kamu kok diam saja. Apa kamu tidak suka dengan film Indonesia?"

"Bukan, Pak."

"Lalu kenapa diam?"

"Soalnya tidak ada teksnya, Pak. Kalau film barat kan ada teksnya."

Tinggalkan Komentar