IMAN (BAGIAN 2)

Tim i-Humor's picture

Adalah seorang petani yang beserta keluarganya menjadi orang percaya dalam suatu misi penginjilan di wilayah terpencil tempat tinggalnya.Tema kotbah waktu itu "Iman dan Pengharapan" begitu tertanam di benak petani tersebut.

Keesokan harinya, sedang ia bersiap-siap melakukan perjalanan menuju pasar terdekat untuk menjual kayu bakar, tertegun ia memandang gunung yang harus dilaluinya sambil teringat kotbah kemarin:

"Jikalu engkau memiliki iman sebesar biji sesawi saja, apabila engkau perintahkan kepada gunung "beranjak-lah", maka gunung tersebut akan beranjak dari hadapanmu...".

Segera dipikirnya untuk memindahkan gunung tersebut supaya memudahkan perjalan setiap harinya.

Maka berpuasalah petani tersebut dengan maksud "Menumbuhkan IMAN sebesar biji sesawi". Pada suatu senja, setelah dirasakannya cukup iman-nya untuk memindahkan gunung, maka berserulah ia kepada gunung di hadapannya :

"Besok pagi, hai gunung engkau harus beranjak dari situ supaya aku tidak bersusah payah pergi ke pasar dengan melintasi engkau!"

Lalu ditutupnya jendela kamarnya, untuk beristirahat malam.

Ke esokan hari saat petani terbangun, dengan semangat segera dibukanya pintu jendela kamarnya itu. Kemudian sambil tersenyum kecil dia berteriak kepada istrinya:

"Sayangku, seperti dugaanku kemarin, gunung itu masih di tempatnya..."

Kiriman: "Fiertra Cahya" <FIERTRA@>.

Tinggalkan Komentar