- 20/11/2008 - 06:56
CINTA DAN PERNIKAHAN

Semalam aku dan ayahku sedang bercakap-cakap tentang cinta dan pernikahan. Ia memberitahuku bahwa ketika ayah dan ibu menikah dulu, ia langsung tahu bakal seperti apa rumah tangganya nanti.
Pada waktu itu saat Pendeta bertanya kepada ibu, "Apakah engkau bersedia menerima pria ini sebagai suamimu?" Dan ibuku menjawab, "Saya bersedia!"
Kemudian Pendeta bertanya kepada ayahku, "Apakah engkau bersedia menerima wanita ini sebagai istrimu."
Dengan cepat ibu menjawab, "Ya .. ya ... dia bersedia ...!"
Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya. (Amsal 12:4)
Sumber: DafterLafter.