Humor Gereja

Tim i-Humor's picture

KARAKTER YUDAS

Sutradara: Bontor, mengapa kamu tidak mau memerankan tokoh Yudas dalam
pementasan kita nanti? Padahal Tonton saja mau menjadi
tokoh Petrus.

Tim i-Humor's picture

TAKUT MARAH

Sebelum merayakan Paskah, Godi memunyai keinginan untuk mengakui dosa kepada pendetanya.

Godi: Pak Pendeta, saya mau mengaku dosa.
Pendeta: Apa yang mau kau akui?

Godi: Saya telah mencuri seekor bebek.
Pendeta: Kamu harus bertemu pemiliknya dan meminta maaf.

Godi: Saya takut.
Pendeta: Kenapa takut?

Godi: Masalahnya bebek itu sudah saya masak dan saya makan.
Pendeta: Oh, begitu. Jujur saja, pemilik bebek itu pasti ikhlas.

Godi: Syukurlah kalau begitu, Pak Pendeta.
Pendeta: Kalau boleh tahu, bebek siapa yang kamu curi?

Godi: Milik Bapak.

Tim i-Humor's picture

CUMA ADA NAMA

Ketika akan memulai khotbahnya, seorang pendeta menemukan sehelai kertas di mimbar dengan tulisan, "Bodoh". Dengan tersenyum pendeta itu melambaikan surat tersebut di hadapan jemaatnya. Ia membacakan apa yang tertulis di situ. Kemudian ia berkata, "Saya sering mendapat surat dari orang yang lupa menuliskan namanya. Tetapi ini sungguh suatu perkecualian. Orang ini menulis surat, tetapi hanya menuliskan namanya, ia lupa menulis isi suratnya."

Tim i-Humor's picture

MEMANGNYA?

Seorang pengawas gereja memerhatikan lantai aula gereja penuh sampah kulit kacang. Dengan kesal, ia mencari siapa yang membuang sampah sembarangan. Ketika hendak mencari, ia melihat salah seorang petugas keamanan gereja sedang makan kacang.

Ia bertanya, "Hei, apa kamu yang tadi makan kacang di dalam aula?"

Petugas itu memandang sang pengawas dan mengangguk pelan, "Iya, Pak. Ada apa?"

Pengawas itu bertanya dengan kesal, "Kenapa kulitnya kamu buang ke lantai?"

Sang petugas menatapnya dengan wajah bingung dan berkata, "Maaf, Pak. Memangnya kulitnya harus dimakan juga, ya Pak?"

Tim i-Humor's picture

PENDETA DAN DESAINER

Seorang desainer terkemuka ingin membuat rancangan pakaian yang cocok dikenakan ke gereja. Selama ini, ia hanya merancang pakaian pesta. Ia lalu menemui pendeta untuk meminta masukan.

"Menurut Bapak, model pakaian yang cocok untuk dikenakan ke gereja tuh yang seperti apa?" tanyanya.

"Semua pakaian cocok, yang penting bersih dan rapi," jawab pendeta.

Sang desainer tidak puas. "Maksud saya, jenis potongan bagaimana yang cocok menurut Bapak?" tanyanya lagi.

Pendeta menjawab, "Semua potongan cocok. Asalkan arahnya tepat."

Si desainer bingung, "Maksud Bapak?"

Sang Pendeta menjelaskan, "Hindarilah potongan yang salah arah. Misalnya, potongan bagian atas, jangan dipotong semakin ke bawah. Sebaliknya, potongan bagian bawah, jangan dipotong semakin ke atas."

Tim i-Humor's picture

TIDAK MOOD

Seorang anak kecil berusia 4 tahun diajak ibunya ke gereja. Selesai kebaktian, mereka bersalaman dengan pendeta di depan pintu. Sambil menatap anak itu, Pak Pendeta berkata, "Halo, apa kabar? Sudah umur berapa, nih?" Anak itu tidak menjawab.

Pak pendeta mendekatkan kepalanya, "Umurmu berapa, Sayang?" tanyanya.

Si anak mengangkat empat jari tangannya. Pak pendeta tersenyum. "Itu berapa?" tanyanya lagi. Si anak diam. Pak pendeta bertanya lagi, "Nak, kamu bisa omong, tidak?"

Anak itu memandang Pak Pendeta dan berkata, "Pak Pendeta bisa berhitung, tidak?"

PENGALAMAN

Seorang lelaki lolos dari bencana banjir. Sepanjang hidupnya, ia selalu menceritakan pengalamannya itu berulang-ulang kepada siapa saya yang ditemuinya. Kemudian dia mati dan masuk surga. Dia langsung menemui Petrus, meminta izin agar ia boleh menceritakan pengalamannya selama banjir kepada orang-orang di surga. Tak lama kemudian tampaklah ia dengan bersemangat sedang bercerita kepada para penghuni surga. Semuanya mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Nah," katanya menyudahi ceritanya. "Bagaimana menurut kalian? Pengalaman yang luar biasa bukan?"

"Biasa-biasa saja," jawab seorang laki-laki yang duduk di kejauhan.

"Siapa orang itu?", dia bertanya kepada Petrus.

"Oh," jawab Petrus. "Itu Nabi Nuh."

Tim i-Humor's picture

TEMBOK YOSUA

Esther seorang guru sekolah minggu mengadakan praktik mengajar di sekolah minggu, di daerah terpencil. Dengan bersemangat ia bertanya pada anak-anak, "Anak-anak, siapa yang merobohkan tembok Yerikho?"

Dengan polosnya anak-anak serempak menjawab, "Bukan kami... Bukan Kami...". Esther sedih dan mengemukakan hal ini kepada Guru Sekolah Minggu di jemaat itu.

Guru-gurunya pun menjawab, "Ibu Esther, anak-anak memang begitu, mereka tidak mau mengakui perbuatan mereka. Nanti, kami tanyakan pelan-pelan pasti ada yang mau mengakuinya..." Ibu Esther makin sedih.

Malamnya ada rapat majelis, Esther mengemukakan kejadian pagi dan siang hari itu. "Saya Sedih karena anak-anak sekolah minggu bahkan guru-gurunya tidak ada yang tahu siapa yang merobohkan tembok Yerikho..." Sidang majelis berembuk sejenak, dan ketika ada keputusan, Ibu Esther dipanggil.

Ketua sidang berkata demikian, "Ibu Esther kami telah sepakat. Begini saja. Hitung saja berapa anggarannya nanti kami yang ganti."

Ibu Esther langsung pingsan.

Tim i-Humor's picture

CUMA INGAT JANDA

Yanto adalah bujangan yang sangat taat beribadah. Tetapi sampai usianya mencapai 42 tahun, dia masih saja belum menikah. Kebanyakan waktunya dihabiskan di kantor dan urusan-urusan gereja. Sementara temannya di gereja, seorang gadis yang bernama Santi, sebenarnya sudah lama tertarik pada Yanto, tetapi Yanto sendiri tidak pernah memberikan perhatian khusus.

Suatu hari pada acara KKR di rumah salah seorang jemaat, Yanto diminta membacakan doa makan. Dengan suara pelan Yanto mulai berdoa.

"Tuhan, Bapak kami yang di Surga. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengumpulkan kami di sini. Terima kasih juga Tuhan atas makanan yang telah tersedia ini. Sebelum kami menyantap makanan ini, kami ingat juga orang-orang miskin, janda-janda yang benar-benar janda yang mungkin belum mendapatkan makanan hari ini..."

"Gua aja enggak diperhatikan, kok janda-janda yang diingat. Pantas, sampai sekarang dia masih membujang terus," ujar Santi dalam hati.

Tim i-Humor's picture

BOLEHKAH?

Budi adalah anak yang malas. Ketika dia akan menghadapi ujian, dia berdoa pada saat gereja sedang sepi "Bunda Maria yang kudus, bolehkah besok saya menyontek Andi, teman saya yang selalu saja mendapatkan rangking 1 di kelas?"

Seorang Pastor yang kebetulan berada tepat di belakang patung Yesus dan Bunda Maria langsung menjawab doa Budi tanpa memperlihatkan wajahnya, "Tidak boleh!"

Dengan santai Budi berkata, "Tuhan, yang saya tanya 'kan Ibu-Mu..."

Tim i-Humor's picture

MEMBAWA HARTA

Dengan bersemangat Pak Pendeta mengkhotbahkan 1 Timotius 6:7, "Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar."

Lalu terdengar komentar Didik kepada Hari yang duduk di sebelahnya, "Wah ... Pak Pendeta seharusnya dengar dulu cerita saya. Orang mati tetap saja bawa harta."

Hari bertanya dengan heran, "Maksudmu apa?"

Lalu Didik menjawab dengan serius, "Ya kayak si Jack yang meninggal 6 bulan lalu, dia membawa uang saya 3 juta rupiah."

Tim i-Humor's picture

DOA SEBELUM TIDUR

Seorang guru sekolah minggu sedang mengobrol dengan salah satu muridnya yang baru berusia 6 tahun.

Guru SM: "Apakah ibumu selalu berdoa untukmu setiap malam?"
Anak: "Ya"
Guru SM: "Baik sekali ibumu... Bagaimana bunyi doanya?"
Anak: "Terima kasih Tuhan akhirnya dia tidur juga...."

Tim i-Humor's picture

TIDAK IKUT MAKAN

Seorang anak berusia empat tahun pergi ke gereja bersama-sama dengan ibunya. Minggu itu diadakan Perjamuan Kudus. Ketika air anggur dan roti diedarkan, ibunya berbisik kepadanya, "Kamu tidak usah ambil, kamu masih kecil, belum tahu apa-apa." Kemudian, tiba waktunya kantong kolekte diedarkan. Sang ibu berkata kepada anaknya, "Ayo, mana uang yang ibu beri tadi, masukkan ke kantong kolekte." Si anak menjawab dengan heran, "Ma, ... tadi saya tidak ikut makan... mengapa harus bayar juga?"

Tim i-Humor's picture

LAGU ANEH

Mama: "Tom, kamu pulang dari sekolah minggu kok malah cemberut gitu?"
Tomi: "Habis, ibu guru mengajarkan lagu yang aneh!"
Mama: "Aneh? Memangnya lagunya tentang apa?"
Tomi: "Aku disuruh jadi lilin kecil, padahal aku kan ingin jadi dokter."

Tim i-Humor's picture

BAGAIMANA KEBAKTIANNYA?

Pak pendeta menanyai seorang anak kecil yang baru pertama kali mengikuti kebaktian.

"Bagaimana kebaktiannya tadi?"
Jawabnya, "Musiknya oke, tapi iklannya membosankan".

Tinggalkan Komentar