Apa yang Dikatakan Alkitab Tentang Humor atau Tawa?

Apakah Anda membayangkan Allah memiliki selera humor? Karena kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dan kita adalah ciptaan yang tertawa –- pastilah Dia tertawa terbahak-bahak! Surga pastilah merupakan sebuah tempat dengan pintu gerbang seperti mutiara, jalanan dari emas, dan sumber mata air batu permata terindah. Pasti juga ada sukacita dan tawa di setiap sudutnya.

Berhubung kita belum ada di Surga dan tinggal di dunia yang sudah jatuh dalam dosa yang penuh dengan penderitaan, terkadang sulit bagi kita untuk tertawa. Sulit untuk membaca berita-berita setiap harinya dan tidak merasakan di dalam batin kita keresahan Roh Kudus di tengah kesusahan dunia ini. Namun, oleh Roh Kudus kita bisa mencicipi surga dengan sukacita yang tulus dan murni.

Tertawa bisa jadi baik atau buruk. Ada tawa di antara anggota keluarga dekat dan teman-teman. Sayangnya ada tawa ejekan dari musuh-musuh. Apa yang diungkapkan Alkitab mengenai tertawa?

Tertawa sebagai cara mengatasi stres

"Di dalam tertawa pun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan." (Amsal 14:13).

Hidup itu sulit dan banyak kali kita dipenuhi dengan kesedihan di dalam diri kita dan di sekitar kita. Meskipun kita tidak bisa menyangkali kesusahan dan frustrasi kita, kita memiliki akses pada Roh Kudus yang menjamin adanya kehadiran Allah di dalam hidup kita. Humor kita bukanlah sesuatu yang dipaksakan melainkan sebagai respon rohani terhadap penderitaan di sekeliling kita. Kita tidak mau membiarkan pencobaan dan permasalahan menggerogoti hati kita karena kita miliki pengharapan di dalam Kristus Yesus.

Tertawa sebagai respon terhadap mukjizat

"Berkatalah Sara: 'Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.'"(Kejadian 21:6).

Siapa yang bisa melihat Sara yang sudah lanjut usia menggendong bayi laki-laki dan tidak tertawa? Jika Abraham dan Sara memiliki Ishak di usia normal dalam usia untuk beranak, banyak orang pastilah berbahagia karena mereka. Akan tetapi dalam kasus mereka, itu hanya mungkin terjadi melalui kuasa ajaib Allah yang ditunjukkan dalam hidup mereka. Allah masih melakukan mujizat dan banyak orang percaya mengalami intervensi Roh Kudus yang mengagumkan. Kita tertawa gembira karena kasih dan anugerah-Nya yang dahsyat yang dilimpahkan kepada kita.

Tertawa adalah obat bagi hati yang hancur

"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22).

Banyak dokter akan memperlihatkan ketidaksamaan antara pasien dengan selera humor versus pasien yang tertekan oleh rasa takut. Kedua pasien mungkin mengalami penyakit yang sama, ketidaknyamanan yang sama, dan diagnosis yang sama -– tetapi yang hatinya dipenuhi sukacita dapat mengalami tingkat kesembuhan yang lebih besar. Allah menyembuhkan penyakit ringan dalam berbagai cara termasuk obat sukacita, kegembiraan, dan tertawa.

Tertawa sebagai kebodohan

"Seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, demikian tertawa orang bodoh. Ini pun sia-sia." (Pengkhotbah 7:6).

Klub-klub komedi selalu penuh di akhir pekan dengan orang-orang yang mencari tertawa sebagai pelarian dari penderitaan, rasa bersalah, malu, dan penyesalan. Tertawa mereka yang sementara tidak pernah cukup untuk mengakhiri kekosongan jiwa mereka. Ketika tertawa berhenti, kesadaran akan keadaan rohani, mental, dan emosional mereka yang tanpa Allah mendorong mereka untuk terus mencari-cari sesuatu yang lain untuk mengisi kekosongan itu. Sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita membawa minyak pengharapan kepada dunia yang sekarat ketika kita menceritakan Injil kepada orang-orang yang terhilang.

Tertawa sebagai buah sukacita

"Ia masih akan membuat mulutmu tertawa dan bibirmu bersorak-sorak." (Ayub 8:21).

Kepada semua orang percaya diberikan buah Roh Kudus, antara lain sukacita dari Allah yang melampaui akal. Sukacita ini bukan hanya dinyatakan saat bahagia dan keberhasilan, tetapi juga di tengah kekecewaan yang dalam dan sakit hati karena orang lain. Bahkan di tengah penganiayaan bisa terdapat sukacita yang diekspresikan dalam tawa. Bukan karena penderitaan, tetapi karena visi, ekspresi, dan kekuatan yang diberikan ke roh seseorang melalui anugerah Roh Kudus.

Tertawa sebagai reaksi untuk kata-kata yang menyinggung

"Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono -– karena hal-hal ini tidak pantas –- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur." (Efesus 5:4).

Teguran yang lembut di antara teman adalah wajar dan dapat diterima di kalangan orang-orang percaya. Akan tetapi, lelucon kasar, ucapan yang menyinggung, atau obrolan sarkastik tidak menunjukkan kelemahlembutan, keramahan, dan kebaikan dari Roh Kudus. Kita harus memeriksa hati kita sebelum kita menyampaikan kata-kata yang bisa langsung mendatangkan tawa, tetapi kemudian menyakiti hati.

Tertawa Terbahak-bahak ...

Tertawa yang baik merupakan pemberian Allah yang indah. Dia memberi kita kemampuan untuk menertawakan diri kita sendiri di tengah keluarga dan teman-teman. Kemurahan-Nya ditunjukkan melalui kita oleh damai sejahtera dan kehadiran Roh Kudus. Lain kali saat Anda tertawa terbahak-bahak, kirimkan "terima kasih" diam-diam kepada Bapa kita di surga untuk berkat ini.
(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: What Christians Want To Know
Alamat URL: http://www.whatchristianswanttoknow.com/what-does-the-bible-say-about-humor-or-laughter/
Judul asli artikel: What Does the Bible Say About Humor or Laughter?
Penulis artikel: Crystal McDowell
Tanggal akses: 6 Januari 2017

Tinggalkan Komentar